Dalam
menggunakan kontrasepsi, keluarga pada umumnya mempunyai perencanaan. Perencanaan
tersebut diklasifikasikan menjadi tiga fase, yaitu fase menunda kehamilan, fase
menjarangkan kehamilan dan fase menghentikan/mengakhiri kehamilan. Hal tersebut
bertujuan untuk menyelamatkan ibu dan anak akibat melahirkan pada usia muda,
jarak kehamilan yang terlalu dekat dan melahirkan pada usia tua (Yuhedi, 2014:47).
1. Fase menunda
kehamilan
-
Dianjurkan bagi
pasangan usia subur (PUS) dengan usia istri < 20 tahun.
-
Penggunaan kondom
kurang menguntungkan karena kegiatan senggama masih tinggi pada pasangan muda.
-
Sebaiknya menggunakan
kontrasepsi yang memiliki reversibilitas dan efektivitas tinggi.
-
Contoh : KB
pil, AKDR, kontrasepsi sederhana, implan, KB suntik (Yuhedi, 2014:47).
2. Fase menjarangkan
kehamilan
-
Biasa dilakukan
untuk wanita yang berusia 20-30 tahun, karena rentang usia tersebut merupakan
usia terbaik untuk mengandung dan melahirkan.
-
Bertujuan agar
anak-anak yang telah dilahirkan dapat dirawat dengan baik dan mendapatkan kasih
sayang serta perhatian yang cukup.
-
Metode kontrasepsi
yang dipilih sebaiknya memiliki efektivitas dan reversibilitas tinggi, dapat
dipakai 2-4 tahun sesuai jarak yang direncanakan, dan tidak menghambat produksi
ASI.
-
Contoh :
AKDR, KB suntik, minipil, KB pil, implan, kontrasepsi sederhana (Yuhedi, 2014:47).
3. Fase menghentikan/mencegah
kehamilan
-
Dianjurkan pada
wanita yang berusia > 30 tahun.
-
Penggunaan pil
oral kurang dianjurkan karena usia wanita yang relatif tua dan kemungkinan
effek samping serta komplikasi yang ditimbulkan kontrasepsi pil.
-
Sebaiknya metode
kontrasepsi yang dipilih memiliki efektivitas sangat tinggi, dapat dipakai
jangka panjang dan tidak menambah penyakit yang sudah ada.
-
Contoh :
kontrasepsi mantap, AKDR, KB suntik (Yuhedi, 2014:47).
Yuhedi, Lucky Taufika. 2014. Buku Ajar Kependudukan dan Pelayanan KB.
Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
No comments:
Post a Comment